"Yang paling penting, penggunaan kereta api dan kapal laut akan membantu meminimalkan polusi sehingga lingkungan menjadi lebih sehat dan kualitas udara lebih baik," katanya.
Dalam mendukung program Zero ODOL, KBS juga menyoroti pentingnya kesiapan sarana pendukung di sektor logistik. Menurut Noor, proses distribusi dari pelabuhan menuju gudang tetap membutuhkan armada angkutan yang memenuhi ketentuan dimensi dan muatan kendaraan.
Karena itu, pelaku usaha transportasi membutuhkan dukungan investasi untuk melakukan peremajaan armada dengan kendaraan yang lebih modern, efisien, dan sesuai regulasi.
"Kami melihat perlu ada dukungan pembiayaan yang kompetitif agar pelaku usaha bisa melakukan investasi dan meremajakan armada truknya sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Noor menilai pemberian insentif bagi pelaku usaha dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat implementasi kebijakan Zero ODOL. Menurut dia, langkah tersebut berpotensi lebih efektif dibandingkan menanggung biaya besar akibat kerusakan jalan dan kemacetan yang ditimbulkan kendaraan ODOL.
Di sisi lain, KBS terus memperkuat layanan logistik berbasis kereta api. Noor mengungkapkan, perusahaan telah memperoleh komitmen penambahan frekuensi layanan kereta barang dari sebelumnya 15 perjalanan per bulan menjadi 20 perjalanan per bulan.