Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Menguat ke Rp17.708 di Tengah Redanya Ketegangan AS–Iran

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2026 |15:47 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.708 di Tengah Redanya Ketegangan AS–Iran
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini. Rupiah naik 151 poin atau sekitar 0,85 persen ke level Rp17.708 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan salah satu sentimen datang dari kabar bahwa Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyepakati kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan melanjutkan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

“AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada hari Jumat, kata perdana menteri Pakistan, yang negaranya telah bertindak sebagai mediator. Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz akan dibuka ‘bebas biaya’ dan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran juga akan berakhir,” tulis Ibrahim, Senin (15/6/2026).

Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, menyebutkan draf kesepakatan tersebut menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan Iran. Dunia disebut telah kehilangan jutaan barel pasokan minyak dan gas sejak perang menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, selama lebih dari tiga bulan.

Investor juga mencermati seberapa cepat produsen di Timur Tengah dapat kembali melanjutkan produksi dan ekspor minyak setelah kerusakan akibat perang, serta apakah lebih banyak kapal akan kembali memasuki wilayah tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan kesepakatan yang lebih luas akan dinegosiasikan selama periode gencatan senjata 60 hari.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement