Anggaran tersebut nantinya dikelola oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM.
Kedua program tersebut merupakan program baru untuk RAPBN 2027. Melalui paparannya, alokasi yang diajukan bisa menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Selain mengalokasikan anggaran untuk program elektrifikasi tersebut, Kementerian ESDM juga menyiapkan berbagai proyek energi berskala besar lainnya. Pada sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE), pemerintah menganggarkan pembangunan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) senilai Rp58,58 miliar.
Sementara itu, porsi terbesar anggaran infrastruktur energi masih diarahkan untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas), proyek pipa transmisi gas, serta program listrik desa yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap ketahanan energi dan pemerataan akses energi masyarakat.
Secara keseluruhan, Ditjen EBTKE memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,51 triliun dalam pagu indikatif 2027. Dari jumlah tersebut, sekitar 96 persen dialokasikan untuk program motor listrik dan kompor listrik, menandakan kuatnya fokus pemerintah terhadap agenda transisi energi pada tahun depan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.