Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |16:28 WIB
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, (15/6/2026). Melalui sensus yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali ini, BPS akan memotret secara utuh perekonomian Indonesia sekaligus mencatat berbagai perubahan dalam satu dekade terakhir sebagai landasan pengambilan kebijakan yang lebih tepat. 

Menandai dimulainya pendataan tersebut, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kendari, Senin (15/6). Sonny secara langsung memimpin kegiatan pencanangan sekaligus apel gabungan pegawai pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara yang dihadiri lebih dari 1.200 peserta. 

Bertempat di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, apel gabungan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Inspektur Utama BPS Dadang Hardiwan, Pj. Sekretaris Daerah Muhammad Fadlansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Walikota Kendari Sudirman, Pejabat Pimpinan Tinggi Pemprov. Sulawesi Tenggara, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, asosiasi dan pelaku usaha, media massa, serta jajaran BPS di Provinsi Sulawesi Tenggara. 

Sonny menyampaikan bahwa SE2026 merupakan kegiatan strategis dan hasilnya menjadi landasan penting dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Setiap usaha yang didata akan menjadi bagian dari fondasi penyusunan kebijakan pembangunan Indonesia di masa depan. Karena itu, partisipasi masyarakat dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,” jelas Sonny pada kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kendari.

Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen penuh Pemprov. Sulawesi Tenggara untuk menyukseskan SE2026 yang ditandai dengan pembacaan deklarasi dukungan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara. Sehari sebelum pelaksanaan pencanangan, Sonny terlebih dahulu disambut dan berdiskusi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Gubernur Hugua, serta Pj. Sekda Muhammad Fadlansyah.  Andi Sumangerukka menyampaikan langsung dukungan jajaran pemprov Sulawesi Tenggara untuk SE2026 sebelum Ia bertolak menunaikan ibadah umrah.  

Lebih lanjut, Sonny juga mengajak masyarakat mendukung SE2026 melalui 'TIR', yaitu Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga keamanannya. 
Pada apel tersebut, Sonny turut memasangkan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan petugas SE2026 di Provinsi Sulawesi Tenggara. BPS menerjunkan lebih dari 2.600 petugas untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. 

“Periode pendataan lapangan SE2026 lebih panjang dibandingkan sensus sebelumnya, dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, agar seluruh aktivitas ekonomi dapat tercatat secara optimal dan tidak ada usaha yang terlewat dari pendataan,” ujarnya. 

 

Sebelumnya, Kamis (11/6), Sonny juga secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Sumatera Utara. Bertempat di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, agenda pencanangan diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara sebagai wujud kolaborasi dalam memperkuat basis data ekonomi daerah. 

Pencanangan ini dihadiri pula oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Wagirin Arman, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini, Bupati/Walikota serta Wakil Bupati/Wakil Walikota di Provinsi Sumatera Utara, serta unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Utara. 

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pencanangan SE2026 di Sumatera Utara. “Sensus ekonomi menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperoleh data yang lebih mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan,” ujar Bobby.  


Ia mengajak seluruh bupati, wali kota, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan di Sumatera Utara untuk mendukung serta mensosialisasikan SE2026 kepada masyarakat melalui berbagai forum dan kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, Sonny menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur, Bupati/Walikota, serta Wakil Bupati/Wakil Walikota di Sumatera Utara atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan SE2026. Dukungan tersebut sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan SE2026 yang dilaksanakan pada 15 Juni-31 Agustus 2026.

“SE2026 adalah sensus ekonomi yang paling lengkap. Selain pelaku usaha akan didatangi, baru kali ini sensus ekonomi akan door-to-door ke rumah-rumah. 4,8 juta keluarga di Sumatera Utara akan didatangi. Selain itu, untuk sensus ekonomi kali ini, kami akan mencacah pelaku usaha pertanian yang tidak tercakup pada sensus ekonomi sebelumnya,” ujar Sonny.

Data yang dihasilkan dari SE2026 dapat memberikan gambaran struktur ekonomi yang lebih komprehensif sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan. Hasil SE2026 nantinya dapat memperkuat pembangunan daerah, termasuk membangun Sumatera Utara yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. 

“Dengan SE2026, kita bisa memahami struktur ekonomi dengan baik, melakukan pembinaan UMKM, melihat sektor mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja, serta melihat peluang investasi yang ada di Sumatera Utara dengan lebih lengkap,” jelas Sonny.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement