Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri PU Siap Bentuk Satgas Khusus El Nino

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2026 |18:48 WIB
Menteri PU Siap Bentuk Satgas Khusus El Nino
Menteri PU Siap Bentuk Satgas Khusus El Nino (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengantisipasi dampak fenomena cuaca El Nino untuk periode 2026-2027.

Dody mengatakan, pembentukan satgas diperlukan karena dampak El Nino tidak hanya mengancam sektor pertanian melalui kekeringan yang mengganggu pasokan air irigasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hingga kondisi bendungan di berbagai daerah.

"Kenapa harus ada Satgas? Karena yang terdampak tidak hanya masalah inigasi dan sawah yang tidak mendapatkan suplai air karena kekeringan tapi juga mungkin di beberapa titik SPAM kita juga mungkin akan kekeringan," katanya, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, penanganan dampak El Nino membutuhkan koordinasi lintas direktorat jenderal di lingkungan Kementerian PU, mulai dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya, hingga unit terkait lainnya.

Dody menjelaskan, langkah antisipasi sebenarnya telah dilakukan sejak awal tahun. Salah satunya melalui program pengeboran air tanah dalam di sejumlah wilayah yang selama ini rentan mengalami kekeringan.

"Mungkin awal tahun sudah melakukan program pengeboran dalam di beberapa titik yang selama ini kita lihat sebagai titik-titik kekeringan di seluruh Indonesia, di Jawa pun ada, misalnya di Gunung Kidul. Di Gunung Kidul itu kita beberapa titik juga melakukan pengeboran. Jadi di semua titik, tidak cuma tempat-tempat yang terkenal kering misalnya NTT tapi juga di tempat-tempat lain juga begitu," jelasnya.

 

Selain pengeboran air dalam, Dody juga meminta jajaran Ditjen SDA untuk membangun jaringan irigasi tersier guna meningkatkan efektivitas distribusi air ke lahan pertanian.

Menurutnya, selama ini di sejumlah lokasi air hasil pengeboran hanya dialirkan begitu saja dan mengandalkan gravitasi untuk mencapai sawah-sawah yang jauh. Kondisi tersebut membuat pemanfaatan air menjadi kurang efisien.

"Bagaimanapun juga kita semua harus ingat bahwa air itu adalah bahan baku yang tidak akan mudah direproduksi ulang oleh alam, karena saya minta dibangunkan jaringan irigasi tersier, karena tersier itu saya bilang paling gampang lah," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement