Sementara itu, Direktur Utama Arra Setya Abadi Ilham Setiadi mengatakan, pihaknya bersama Aspekpir dan didukung BPDP terus melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit sejak akhir 2024.
Dia menyebut permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus meningkat sehingga peluang pengembangan usaha tersebut masih terbuka luas bagi petani dan UMKM di berbagai daerah sentra perkebunan sawit.
Setiyono menambahkan sedikitnya tujuh koperasi anggota Aspekpir terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Kegiatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 2.800 anggota koperasi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit.
“Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.