Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan organik di berbagai wilayah operasional dengan kontribusi pertumbuhan terbesar berasal dari Bali.
Perseroan juga mencatatkan laba kotor sebesar Rp584,2 miliar, meningkat dibandingkan Rp557,3 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp77,0 miliar.
Selain itu, DEPO menetapkan pembentukan dana cadangan sebesar Rp5,0 miliar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sementara sisanya akan dicatat sebagai laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha ke depan.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Henryanto Komala ditunjuk sebagai Direktur Utama, sementara Kambiyanto Kettin diangkat sebagai Komisaris Utama.
Terkait strategi pengembangan usaha, DEPO akan melanjutkan ekspansi jaringan toko dengan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
"Kami meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara selektif dan didukung oleh pemahaman pasar yang kuat akan semakin memperkuat posisi Perseroan di industri ritel bahan bangunan nasional," tambahnya.