Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Konglomerat Terkaya Indonesia dari Jualan Rokok 

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 30 Juni 2026 |22:04 WIB
3 Konglomerat Terkaya Indonesia dari Jualan Rokok 
Budi Hartono (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - 3 konglomerat terkaya Indonesia dari jualan rokok. Bisnis rokok menjadi salah satu sumber kekayaan yang diraih segelintir orang dan menjadikannya sebagai orang terkaya di Indonesia.

Meskipun sering menuai sorotan karena dampak kesehatannya, bisnis rokok justru menjadi sumber kekayaan luar biasa bagi sejumlah konglomerat di Indonesia. 

 Mereka membangun kerajaan bisnis dari pabrik rokok yang kini berkembang hingga ke sektor perbankan, properti, hingga teknologi. 

Lalu siapa saja mereka? Berikut ini daftar orang terkaya Indonesia pemilik bisnis rokok seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Selasa (30/6/2026). 

1. Robert Budi Hartono & Michael Bambang Hartono - PT Djarum

Robert Budi Hartono dan Michael Hartono merupakan kakak beradik yang membangun bisnisnya melalui PT Djarum, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah. Perusahaan ini didirikan oleh ayah mereka, Oei Wie Gwan, dan berkembang pesat di tangan kedua putranya. 

Selain bisnis rokok, Hartono bersaudara juga dikenal sebagai pemilik saham terbesar di Bank Central Asia (BCA), salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, dan memiliki investasi besar di bidang properti seperti Grand Indonesia serta perhotelan seperti Hotel Kempinski.  

Orang terkaya di Indonesia versi Forbes per Juni 2026 ini mempunyai kekayaan USD15 miliar atau Rp268,2 triliun dari kepemilikan saham mayoritas di BCA dan perusahaan rokok Djarum. 

 

2. Susilo Wonowidjojo – PT Gudang Garam

Susilo Wonowidjojo dikenal sebagai tokoh penting di balik kesuksesan PT Gudang Garam, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. 

Perusahaan yang didirikan pada 1958 asal Kediri, Jawa Timur. Lahir dari keluarga perintis industri tembakau,  ia adalah anak dari pendiri Gudang Garam, Surya Wonowidjojo (Tjoa Jien Hwie).

Gudang Garam dikenal menghasilkan produk rokok kretek berkualitas tinggi dan memiliki jaringan distribusi yang luas. Di bawah kepemimpinan Susilo, perusahaan ini tetap mempertahankan posisinya di puncak industri rokok Indonesia dan mencetak keuntungan besar terutama saat harga cengkeh melonjak dan permintaan pasar stabil.

Kekayaan Susilo sempat menyentuh angka tertinggi lebih dari USD10 miliar pada awal 2010-an, menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara pada 2024, harta kekayaan Susilo mencapai USD2,9 miliar atau setara Rp47,8 triliun. 

Dengan harta sebanyak ini, Susilo menempati posisi 23 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2024.

3. Putera Sampoerna – HM Sampoerna

Putera Sampoerna merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah industri rokok Indonesia. 

Ia adalah cucu dari Liem Seeng Tee, pendiri PT HM Sampoerna, produsen rokok legendaris yang pernah menjadi pemimpin pasar di Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, PT HM Sampoerna tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Tanah Air. 

Perusahaan ini berkembang pesat hingga akhirnya dijual ke Philip Morris International pada 2005 dengan nilai transaksi sekitar USD2 miliar.

Penjualan ini menandai berakhirnya keterlibatan langsung keluarga Sampoerna dalam bisnis rokok, namun juga menjadi awal terbentuknya Sampoerna Strategic Group yang kini aktif di berbagai sektor seperti agribisnis, keuangan, dan telekomunikasi. Bisnis ini kini dilanjutkan oleh anak-anaknya, termasuk Michael Sampoerna.

Menurut data Forbes 2024, harta kekayaan Putera Sampoerna mencapai USD1,85 miliar atau setara Rp30,5 triliun dan menduduki peringkat 30 dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2024.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement