"Selama lima tahun ke depan kami scale up di seluruh pembangkit milik PLN. Karena semakin hari pasokan batu bara dengan kalori tinggi dan menengah semakin menipis. Untuk itu kami melakukan penyesuaian pada pembangkit kami dengan tujuan agar tidak terjadi kembali pemadaman bergilir," tambahnya.
Ditemui secara terpisah, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo menambahkan, saat ini banyak PLTU di Indonesia yang sudah berumur tua. Sejak awal dibangun, pembangkit tersebut memang belum dirancang untuk menggunakan batu bara berkalori rendah.
"Kita akan memperbaiki peralatan-peralatannya, karena mau tidak mau teknologi itu harus beradaptasi. Karena dulu pembangkit kita didesain untuk konsumsi kalori tinggi, sedangkan sekarang batu bara kalori tinggi sudah menipis, mau tidak mau harus adaptasi," pungkasnya.
PLN Tambah Pasokan Batu Bara, Lebih 4 Juta Ton hingga Desember 2026
PT PLN (Persero) mengonfirmasi penambahan pasokan batu bara berkalori menengah ke atas untuk pembangkit listrik. Penambahan bahan baku ini dilakukan untuk mengantisipasi pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang sempat terjadi sebelumnya.
PLN menyatakan telah memperoleh tambahan alokasi batu bara berkalori medium 4.500 GAR sebesar 16,8 juta ton yang akan disalurkan secara bertahap hingga Desember 2026.