Ketidakseimbangan pasokan tersebut mendorong PLN meminta tambahan pasokan batu bara berkalori minimal 4.500 GAR kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah kemudian merespons melalui penugasan khusus kepada produsen.
PLN mengapresiasi langkah Kementerian ESDM yang bergerak cepat memfasilitasi kebutuhan pasokan darurat ini. Perseroan memastikan realisasi kontrak pengiriman Juli sudah berjalan, sementara skema penugasan hingga akhir tahun telah dipersiapkan.
Sebelum penugasan khusus ini berjalan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menginisiasi pembentukan tim pengadaan batu bara kalori menengah sebagai solusi untuk mengatasi kendala pasokan pembangkit.
"Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan," kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026).
Dalam forum tersebut, Bahlil juga merinci kebutuhan batu bara tahunan untuk seluruh pembangkit PLN mencapai 154 juta metrik ton.
"Dari 154 juta metrik ton tersebut, pemerintah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan PLN dengan total volume sekitar 190 juta ton," kata Bahlil.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.