JAKARTA - PT Nitrasanata Dharma Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode saham JECX menjadi emiten ketiga yang mencatatkan saham di pasar modal pada tahun ini.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A. M. M. Hutauruk, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam proses IPO Perseroan. Melalui IPO ini, Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC dengan tetap mengedepankan semangat care with experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien serta didukung oleh pengalaman dan keahlian JEC di bidang kesehatan mata.
"Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," kata Johan dalam paparan di Main Hall BEI, Selasa (7/7/2026).
Adapun dalam Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 487.983.500 saham biasa atau sebesar 15,00% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO, dengan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham.
Jumlah saham yang ditawarkan tersebut terdiri atas 325.322.300 saham baru atau sebesar 10,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang atau sebesar 5,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Melalui IPO ini, Perseroan menghimpun dana sebesar Rp609.979.375.000, yang terdiri atas Rp406.652.875.000 dari penerbitan saham baru Perseroan dan Rp203.326.500.000 dari penjualan saham divestasi. Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar Perseroan pada saat pencatatan saham perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.