Pada kesempatan itu, Bahlil menerangkan bahwa masa transisi dari B40 ke B50 akan terjadi dalam kurun waktu 2 bulan. Diproyeksikan dalam kurun waktu tersebut ketersediaan B40 sudah habis di pasaran sehingga peredaran B50 mulai merata di seluruh Indonesia.
"Jadi ini transisi 2 bulan saja, sekarang sudah dipakai 56 persen dari total solar yang ada. Jadi 2 bulan B40 habis, setelah transisi semua sudah pakai B50," lanjut Bahlil.
Bahlil juga menyinggung penghematan devisa negara yang bisa terjadi ketika B50 diimplementasikan. Devisa negara bisa hemat Rp170 triliun per tahun karena Indonesia tidak perlu lagi impor solar untuk memenuhi permintaan dalam negeri.
"Meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari 1,8 juta orang pada B40 menjadi 2,1 juta pada B50. Lebih dari itu, menjaga bumi kita, meningkatkan penurunan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton co2 menjadi 44 juta co2," tutup Bahlil.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.