Kemudian, dari sentimen global, Ibrahim menyoroti kembali memanasnya eskalasi geopolitik AS-Iran yang terjadi setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru. Serangan tersebut bertujuan untuk menjaga Selat Hormuz yang penting tetap terbuka untuk lalu lintas.
Sebelumnya Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir. Sementara Iran mengatakan bahwa serangan yang dilakukan ke situs militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai tanggapan atas serangan AS sebelumnya terhadap infrastruktur.
Selain itu, dalam risalah rapat Fed bulan Juni, yang dirilis pada hari Rabu memperlihatkan para pembuat kebijakan sebagian besar terpecah pendapat mengenai perlunya kenaikan suku bunga tahun ini.
Namun, risalah tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di antara para bankir sentral mengenai inflasi yang kaku, sebuah tren yang dapat memicu kenaikan suku bunga di akhir tahun, terutama jika tekanan harga menunjukkan sedikit tanda-tanda pendinginan.
Dengan demikian, Ibrahim memprediksi bahwa nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin pekan depan akan bergerak melemah dalam rentang Rp18.060-Rp18.110 per dolar AS. Sedangkan untuk sepekan ke depan akan bergerak di kisaran Rp17.870-Rp18.300 per dolar AS.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.