Menurutnya, kondisi tersebut membuat harga energi, khususnya minyak, menjadi sulit diprediksi sehingga meningkatkan risiko bagi dunia usaha dan investor.
"Ketidakpastian yang tinggi atas aktivitas ekonomi menjadi penyebab utama. Kemudian eskalasi perang di Timur Tengah, sebelumnya juga perang Rusia dan Ukraina, serta berbagai pengumuman dari Bank Sentral Amerika Serikat maupun pemerintah Amerika Serikat menjadi dinamika yang berdampak lebih langsung terhadap pergerakan pasar dibandingkan faktor-faktor lain," kata Jeffrey.
BEI pun memandang investor saat ini lebih memperhatikan perkembangan fundamental ekonomi global, arah kebijakan moneter, serta prospek pertumbuhan ekonomi dibandingkan dinamika politik jangka pendek.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.