JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah memiliki formulasi skema penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Namun, dirinya masih menunggu penyelesaian proses penyerahan aset PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada Kementerian Keuangan.
"Kita tunggu kapan dikasih ke saya, baru kita bereskan. Tapi sudah jelas bagaimana cara membereskannya," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/7/2026) malam.
Purbaya menjelaskan, pengalihan aset KCIC kepada Kementerian Keuangan merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Kementerian Keuangan secara khusus ditugaskan untuk mengurai dan menyelesaikan kendala finansial yang membayangi proyek kereta cepat pertama di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Lebih lanjut, bendahara negara itu menegaskan komitmennya untuk menuntaskan beban utang Whoosh tanpa menggunakan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kan sekarang masih di Danantara, nanti akan diserahkan ke saya karena perintah Pak Presiden kita yang bereskan. Tapi tidak harus APBN terpakai, saya punya skema tertentu, ada tools-tools, vehicle-vehicle kita di luar yang sekarang ada bisa menangani KCIC," jelas Purbaya.
Sejauh ini, Purbaya menyampaikan bahwa pengalihan aset KCIC masih tertahan pada tahap penyelesaian berkas administrasi. Ia kembali meyakinkan publik bahwa rencana pemulihan keuangan proyek strategis nasional tersebut telah diputuskan secara matang.
"Ini lagi proses administrasinya. Itu sudah diputuskan, sebenarnya sudah putus, tinggal proses administrasinya sedang berjalan. Begitu Danantara-nya kita clear, selesai. Nanti baru kita lapor lagi ke Presiden," pungkas Purbaya.
Sebelumnya, opsi pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) selaku konsorsium pengelola Whoosh oleh Kementerian Keuangan memang telah mencuat secara intensif sejak April lalu.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.