Sementara itu, pemerintah masih melakukan negosiasi terkait harga gas dari Blok Masela, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Penetapan harga akan mempertimbangkan sejumlah komponen biaya, termasuk pembangunan pipa gas sepanjang sekitar 180 kilometer yang menghubungkan lapangan lepas pantai dengan fasilitas pengolahan LNG di darat.
"Harga gasnya masih dinegosiasikan. Kalau menggunakan pipa, panjangnya sekitar 180 kilometer. Nantinya dengan fasilitas LNG dan storage, sebagian gas akan ditarik dari laut sehingga bisa dilakukan blending," ujar Bahlil.
Untuk penjualan LNG ke pasar internasional maupun industri, Bahlil mengatakan harga akan menggunakan formulasi yang mengacu pada Indonesian Crude Price (ICP). Meski demikian, pemerintah menginginkan proses pengolahan dilakukan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
"LNG-nya memang akan memakai formulasi ICP. Tetapi yang saya inginkan adalah proses bahan bakunya dari sini sehingga biayanya lebih rendah, sementara multiplier effect dan nilai tambahnya terjadi di Indonesia," pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.