Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan RI Siap Mengudara, Emisi Turun hingga 84%

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |19:05 WIB
Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan RI Siap Mengudara, Emisi Turun hingga 84%
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya menyiapkan bahan bakar aviasi berstandar internasional. (Foto; Okezone.com/Pertamina)
A
A
A

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya menyiapkan bahan bakar aviasi berstandar internasional dalam pertemuan ASEAN Sustainable Aviation Fuel (SAF) Workshop 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama European Union Aviation Safety Agency (EASA).

Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi negara-negara ASEAN untuk mempercepat implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai solusi dekarbonisasi sektor penerbangan.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan, Sokhib Al Rokhman, mengatakan kolaborasi yang dibangun Pertamina bersama para pemangku kepentingan merupakan langkah strategis untuk mempercepat transisi menuju penerbangan rendah emisi sekaligus memperkuat daya saing industri aviasi nasional.

Kementerian Perhubungan juga terus mendorong pengembangan dan implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) melalui penguatan regulasi serta kolaborasi lintas sektor.

"Kehadiran SAF produksi Pertamina yang telah memenuhi standar internasional menjadi fondasi penting untuk mempercepat dekarbonisasi sektor penerbangan sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu motor pengembangan SAF di kawasan," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Sementara itu, Vice President Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga Yosep Iswadi mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pengembangan SAF di ASEAN. Menurut dia, Pertamina telah membangun ekosistem SAF yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor.

"SAF tersertifikasi CORSIA yang diproduksi di Green Refinery RU IV Cilacap kini telah disalurkan melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, menegaskan kesiapan Pertamina menyediakan bahan bakar aviasi berstandar internasional untuk mendukung dekarbonisasi penerbangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan SAF di ASEAN," ujar Yosep.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement