Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar dan Dunia Usaha Jangan Panik Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2026 |12:47 WIB
Pasar dan Dunia Usaha Jangan Panik Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI
Pelaku pasar dan dunia usaha diimbau tidak merespons secara berlebihan terhadap keputusan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Pelaku pasar dan dunia usaha diimbau tidak merespons secara berlebihan terhadap keputusan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Kondisi pasar keuangan diyakini tetap berada dalam koridor yang aman seiring proses transisi kepemimpinan bank sentral yang berjalan tertib, transparan, dan konstitusional.

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menegaskan, penetapan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) membuktikan keandalan sistem internal BI dalam mengantisipasi dinamika organisasi tanpa mengganggu operasional utama.

“Pesan utama kepada dunia usaha dan investor adalah bahwa tidak terdapat kekosongan kepemimpinan, tidak ada perubahan mandat Bank Indonesia, dan tidak ada alasan bagi kebijakan nilai tukar maupun pasar keuangan berubah secara tiba-tiba. Tantangan terpenting saat ini bukan kemampuan Destry menjalankan tugas, melainkan memastikan komunikasi transisi dilakukan secara cepat, konsisten, dan meyakinkan,” jelas Josua dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Menurut Josua, keyakinan pasar terhadap stabilitas moneter Indonesia juga ditopang oleh mekanisme pengambilan keputusan BI yang berlandaskan prinsip kolektif-kolegial, sehingga tidak bergantung pada figur individu.

“Dengan demikian, kebijakan suku bunga, pengelolaan likuiditas, intervensi nilai tukar, dan pengaturan sistem pembayaran merupakan keputusan kelembagaan yang dilaksanakan bersama, bukan keputusan pribadi Gubernur,” tegas Josua.

Kehadiran Destry Damayanti di pucuk pimpinan sementara juga dipandang sebagai jangkar stabilitas yang ideal bagi pelaku pasar dan investor asing.

Jam terbang Destry di jajaran pimpinan BI sejak 2019 serta rekam jejak panjangnya di industri perbankan dan pasar keuangan nasional dinilai mampu menjaga kesinambungan arah kebijakan makroekonomi.

“Rekam jejak itu menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap perilaku pelaku pasar, pergerakan modal, perbankan, surat berharga, dan pembentukan harapan investor. Fokusnya di BI juga mencakup pengembangan pasar uang dan valuta asing serta stabilitas nilai tukar rupiah. Karena itu, cara BI membaca pasar dan mengelola rupiah kemungkinan tidak akan berubah secara mendadak,” ungkap Josua.

Optimisme terhadap proses transisi ini juga diperkuat oleh arah kebijakan yang telah ditetapkan, termasuk keputusan RDG Juli 2026 yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen guna mengendalikan inflasi dan menjaga daya tarik aliran modal asing.

Meski demikian, untuk mempertahankan kepercayaan pelaku pasar selama masa transisi, Josua menekankan pentingnya efektivitas komunikasi publik dari BI dan pemerintah.

“BI perlu segera menegaskan bahwa sasaran inflasi, pendekatan stabilisasi rupiah, dan keputusan suku bunga tetap berdasarkan data serta perkembangan risiko. Pemerintah juga perlu menyampaikan bahwa proses penunjukan Gubernur baru tidak dimaksudkan untuk mengarahkan BI agar menurunkan suku bunga atau membiayai kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Secara keseluruhan, kata Josua, proses transisi kepemimpinan di BI dipastikan tidak akan mengganggu roda perekonomian nasional karena struktur internal bank sentral dinilai siap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah maupun pasar keuangan.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement