Di sisi lain, Wijayanto juga menilai stabilitas nilai tukar rupiah selama beberapa waktu terakhir masih berada dalam koridor yang wajar meski menghadapi fluktuasi di pasar keuangan global.
Karena itu, ia mempertanyakan alasan di balik pengunduran diri Perry.
"Saya mendengar dari berbagai media, termasuk media asing, serta sejumlah pengamat, jangan-jangan beliau sebenarnya bukan mundur, tetapi diminta mundur," katanya.
Wijayanto mencontohkan sejumlah pengunduran diri pejabat di sektor keuangan yang sebelumnya juga memunculkan spekulasi serupa. Menurut dia, kasus pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awalnya juga disampaikan sebagai pengunduran diri, namun belakangan berkembang informasi bahwa keputusan tersebut merupakan permintaan dari pihak tertentu.
"Kita ingat apa yang terjadi pada BEI. Dirut BEI mundur. Kemudian pimpinan OJK mundur. Itu narasi awalnya mengundurkan diri. Tapi di Indonesia ini enggak ada rahasia. Sehari, dua hari, seminggu, semua pihak tahu beliau-beliau itu diminta mundur," ujarnya.
Karena itu, lanjut Wijayanto, pemerintah diduga tengah menyiapkan arah baru bagi Bank Indonesia sehingga membutuhkan sosok pemimpin dengan karakter yang berbeda.