Radhika menyoroti rekam jejak Perry Warjiyo selama tujuh hingga delapan tahun memimpin BI yang diwarnai berbagai krisis, mulai dari pandemi COVID-19, siklus kenaikan suku bunga The Fed pada 2022, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, pimpinan BI berikutnya dituntut memiliki kapasitas kuat sebagai manajer risiko.
"Bagi pejabat yang baru, mereka harus benar-benar mampu menjalankan peran sebagai seorang manajer risiko. Sebab, selain harus menangani tantangan domestik, ada pula tantangan global yang tak kalah berat," tegasnya.
Selain independensi, sinergi antara kebijakan moneter yang ditetapkan Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah juga dinilai krusial untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.
"Jadi, menurut saya, kualifikasi yang dibutuhkan mencakup kredibilitas, pengalaman, kemampuan mengambil keputusan kebijakan secara independen, sekaligus kapasitas untuk berkolaborasi dengan pemerintah, di mana keselarasan antara kebijakan moneter dan fiskal sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi yang penuh tekanan," pungkas Radhika.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.