The Fed mempertahankan Suku Bunga Dana Federal dalam kisaran target saat ini antara 3,50 persen dan 3,75 persen. Namun, dengan suara terpecah 9-3, karena tiga anggota FOMC memilih untuk menaikkan suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin.
"Yang menentang keputusan kebijakan moneter tersebut adalah Beth Hammack dari Cleveland Fed, Neel Kashkari dari Minneapolis Fed, dan Lorie Logan dari Dallas Fed, yang lebih memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin," tambah Ibrahim.
Sementara Ketua Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers mengatakan bahwa pengetatan di pasar telah banyak membantu para pembuat kebijakan. Ia menambahkan bahwa komite akan segera bertindak jika tekanan inflasi meningkat.
Dari sentimen domestik, para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 akan berada antara 4,8 persen sampai 4,9 persen. Proyeksi itu jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi periode sebelumnya atau kuartal I 2026 yang capai 5,61 persen.
Perlambatan ini dipicu tekanan dari tingginya biaya produksi akibat gejolak global, pengetatan kebijakan moneter, hingga ketidakpastian tata kelola fiskal di dalam negeri.
Sementara itu, angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun 2026 diprediksi akan berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Proyeksi pertumbuhan setahun penuh itu juga berada di bawah target pemerintah yang mencapai 5,4 persen.
S&P Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Sekitar 5 persen dari 2027 hingga 2029 Seskab dan Kadin Bahas Penguatan Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sebagai respons atas tekanan global dan anjloknya nilai tukar rupiah.
Pasar juga fokus terhadap ketidakpastian mengenai suksesi pimpinan bank sentral setelah Perry Warjito mengundurkan diri, tekanan fiskal daerah, dan hambatan ekspor mineral. Selain itu, pelaku pasar juga bersiap menyambut rilis data domestik penting pekan depan, termasuk data inflasi bulan Juli, data perdagangan bulan Mei, cadangan devisa dan PDB kuartal kedua serta Indek Kepercayaan Konsumen (IKK).
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.110-Rp18.160 per dolar AS.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.