Menurut Winang, lonjakan simpanan valas ini dipicu oleh dorongan pemilik modal untuk mencari aset lindung nilai (hedging) di tengah dinamika pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Karena Rupiah melemah, masyarakat mencari rasa aman dengan menyimpan uangnya dalam bentuk dolar," jelas Winang.
Winang menambahkan, pengalihan instrumen simpanan ini tidak mengubah esensi perputaran uang secara mendasar, melainkan menjadi langkah preventif nasabah dalam menjaga nilai riil aset mereka.
"Dari sisi perputaran uang sebenarnya tetap sama. Hanya saja, dana tersebut dikonversi dari rupiah ke dolar untuk menjaga keamanan nilai uang mereka," kata Winang.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.