Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dunia Masih Bergejolak, Destry Fokus Jaga Stabilitas dan Siapkan Strategi BI

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 02 Agustus 2026 |12:02 WIB
Dunia Masih Bergejolak, Destry Fokus Jaga Stabilitas dan Siapkan Strategi BI
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan fokus utama Bank Indonesia saat ini. (Foto: okezone.com/BI)
A
A
A

JAKARTA – Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan fokus utama Bank Indonesia saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi di tengah tingginya ketidakpastian global. Menurutnya, dinamika ekonomi dunia berpotensi memengaruhi perekonomian domestik sehingga BI harus menyiapkan bauran kebijakan yang tepat.

Perkembangan ekonomi global masih menjadi perhatian utama BI, terutama setelah bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Meski demikian, pernyataan The Fed menunjukkan bahwa otoritas moneter AS masih mencermati perkembangan ekonomi dan inflasi secara ketat.

"Situasi ketidakpastian global masih sangat tinggi. Karena itu, kami membutuhkan komunikasi yang akurat agar informasi yang diterima masyarakat juga tetap terkini dan tepat," kata Destry. 

Menurutnya, perkembangan suku bunga global, pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat, hingga kondisi inflasi dunia akan memberikan dampak terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Kondisi global tersebut tentu akan memengaruhi perekonomian dan kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia maupun pemerintah. Karena itu, yang paling penting saat ini adalah menjaga stabilitas," ujarnya.

Dari sisi domestik BI berfokus menjaga inflasi, sedangkan dari sisi eksternal perhatian utama diarahkan pada stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi tantangan utama dalam jangka pendek.

Sejalan dengan itu, BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

Selain menjaga nilai tukar, BI juga mencermati perkembangan inflasi pangan yang masih berada di atas 5 persen. Sementara itu, inflasi inti dinilai masih berada pada level yang terkendali.

"Perhatian kami saat ini adalah inflasi pangan yang masih di atas 5 persen. Sementara inflasi inti masih relatif terjaga," kata Destry.

Di sisi lain, Destry mengatakan kondisi pasar keuangan domestik menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia sehingga mendukung penguatan cadangan devisa, menambah likuiditas pasar, dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Alhamdulillah, arus masuk modal asing kembali meningkat. Ini penting karena dapat memperkuat cadangan devisa, menambah likuiditas pasar, dan menjaga stabilitas rupiah," ujarnya.

Meski fokus menjaga stabilitas, BI tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi. Destry mengatakan dukungan tersebut dilakukan melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran, termasuk mendorong perbankan meningkatkan pembiayaan kepada sektor riil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kami tetap fokus mendukung pertumbuhan ekonomi. Instrumen yang kami gunakan adalah kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran agar fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan baik," kata Destry.
 

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement