Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terungkap! Ini Tantangan Baru Perusahaan Indonesia di Era AI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |13:00 WIB
 Terungkap! Ini Tantangan Baru Perusahaan Indonesia di Era AI
Terungkap! Ini Tantangan Baru Perusahaan Indonesia di Era AI (Foto: Freepik)
A
A
A

Ketika Kecepatan Jadi Tantangan Baru

Sementara itu, AI telah mengubah ritme bisnis. Layanan pelanggan, operasional, hingga pengambilan keputusan kini berlangsung jauh lebih cepat. Namun, operasional IT tidak selalu berkembang dengan kecepatan yang sama.

Semakin kompleks lingkungan IT, semakin besar volume data yang harus dipantau. Ribuan alert muncul dari aplikasi, server, jaringan, endpoint, dan sistem keamanan. Tanpa korelasi dan konteks, alert tersebut berubah menjadi noise yang menyulitkan tim menentukan prioritas.

Akibatnya muncul decision latency, yaitu jeda antara insiden terjadi hingga organisasi memahami penyebabnya dan mengambil tindakan. Dalam bisnis digital, jeda ini dapat memengaruhi kualitas layanan, pendapatan, dan kepercayaan pelanggan.

Tekanan tersebut diperkirakan meningkat seiring meluasnya investasi AI. Di Indonesia, 66% perusahaan telah berinvestasi atau berencana mengadopsi teknologi agentic AI, menandakan AI kini menjadi bagian dari strategi bisnis. Semakin besar ketergantungan terhadap AI, semakin penting pula visibilitas menyeluruh terhadap lingkungan IT.

Adopsi AI Bergerak Lebih Cepat daripada Kesiapan Operasional

Indonesia menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan adopsi AI yang pesat. Namun, kesiapan operasional belum berkembang pada tingkat yang sama.

Sebanyak 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam satu tahun terakhir, tetapi hanya 16% yang memanfaatkannya setiap hari. Hal ini menunjukkan bahwa banyak organisasi masih berada pada tahap eksplorasi.

Padahal, AI membutuhkan data yang bersih, saling terhubung, dan tersedia secara real time. Ketika data masih tersebar di berbagai sistem (silo), AI berpotensi menghasilkan insight yang tidak lengkap.

Di sisi lain, ancaman siber juga berkembang semakin cepat. Tidak mengherankan jika 68% pemimpin bisnis dan teknologi di Indonesia kini menempatkan risiko siber sebagai salah satu dari tiga prioritas utama mereka.

Tantangan organisasi kini bukan lagi sekadar mengadopsi AI, tetapi memastikan operasional IT memiliki visibilitas yang memadai agar setiap keputusan dapat diambil secara cepat dan tepat.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement