Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BTN Catat Penyaluran 55 Ribu KPR Subsidi hingga Juli 2026

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |20:19 WIB
BTN Catat Penyaluran 55 Ribu KPR Subsidi hingga Juli 2026
55 Ribu KPR Subsidi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di Indonesia. Hingga akhir Juli 2026, BTN telah merealisasikan puluhan ribu unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sekaligus memperkuat perannya dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat menghadiri Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Dirut BTN, Pak Nixon, untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan kepada Pak Presiden bahwa penyaluran rumah subsidi BTN adalah yang tertinggi. Terima kasih Pak Nixon,” ujar Maruarar.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemilikan rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ia mendorong pemerintah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dengan harga terjangkau.

Penyaluran KPR Subsidi

Pada pelaksanaan akad massal tersebut, BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti proses akad, baik secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem perumahan, termasuk dukungan Danantara Indonesia yang memperkuat sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, serta pengembang.

Menurut Nixon, apresiasi dari pemerintah menjadi motivasi bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai bank yang fokus mendukung pembiayaan rumah rakyat.

 

Berdasarkan data Kementerian PKP hingga 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara bank-bank anggota Himbara. Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) telah menyalurkan 28.282 unit, sehingga secara konsolidasi keduanya telah membiayai 84.048 unit rumah subsidi sepanjang 2026.

Selain memperluas akses KPR subsidi, BTN juga memperkuat pembiayaan di sisi pasokan perumahan. Hingga akhir Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai sekitar Rp4,39 triliun untuk mendukung pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, hingga pelaku usaha dalam rantai pasok sektor perumahan.

BTN juga terus mengembangkan layanan digital melalui platform balé Properti yang memungkinkan masyarakat mencari rumah, menghitung simulasi cicilan, hingga mengajukan KPR secara daring dalam satu ekosistem.

Nixon mengatakan, inovasi tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat, khususnya pembeli rumah pertama, dalam memperoleh hunian.

“Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas,” ujarnya.

Akad Massal KPR Sejahtera FLPP 2026 menjadi penyelenggaraan terbesar sejak program tersebut pertama kali digelar. Berdasarkan data BP Tapera, kegiatan ini melibatkan 62.710 debitur yang tersebar di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, sekaligus mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi pemerintah dan industri perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement