Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transformasi Digital, Ini Alasan Perbankan Investasi Talenta Teknologi 

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 08 Agustus 2026 |11:03 WIB
Transformasi Digital, Ini Alasan Perbankan Investasi Talenta Teknologi 
Transformasi Digital, Ini Alasan Perbankan Investasi Talenta Teknologi. (Foto ;Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Di tengah perubahan lanskap industri jasa keuangan yang semakin terdigitalisasi, daya saing perbankan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya aset maupun kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan membangun talenta yang mampu mengakselerasi transformasi dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Melalui investasi pada talenta digital, Bank Jakarta memperkuat fondasi teknologi yang dibutuhkan untuk menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan. 

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan Bank Jakarta merupakan upaya menyeluruh untuk membangun organisasi yang semakin modern, adaptif, dan siap menghadapi perubahan industri. 

Dia menambahkan,  Bank Jakarta saat ini tengah menjalankan transformasi secara menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, hingga pengembangan people and culture sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat. 

"Kami meyakini bahwa kemampuan untuk terus beradaptasi dan berinovasi merupakan fondasi utama agar Bank Jakarta mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan industri yang semakin dinamis. Oleh karena itu, melalui Officer Development Program Information Technology ini, kami menyiapkan talenta digital yang akan menjadi bagian penting dalam mengakselerasi transformasi tersebut," ujar Agus dalam keterangannya,  Jakarta,  Sabtu (8/8/2025).

Untuk mendukung transformasi tersebut, penguatan kapabilitas teknologi informasi menjadi salah satu prioritas perusahaan. Seiring meningkatnya ekspektasi nasabah terhadap layanan digital yang semakin cepat, aman, dan andal, serta semakin kompleksnya tantangan industri, Bank Jakarta terus membangun talenta teknologi yang mampu menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat ketahanan dan keandalan sistem perbankan. 

Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta, Daniel Setiawan Subianto menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi industri perbankan, mulai dari pemanfaatan artificial intelligence (AI), pengelolaan big data dan data analytics, modernisasi arsitektur teknologi, cloud computing, hingga meningkatnya ancaman cybersecurity. 

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut tersedianya talenta digital yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memahami karakteristik dan kebutuhan bisnis perbankan agar mampu menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. 

Dia menambahkan,  melalui ODP Information Technology, peserta dipersiapkan untuk memiliki kapabilitas teknis di berbagai bidang teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan industri perbankan masa kini dan masa depan. 

"Selain penguasaan aspek teknologi, mereka juga dibekali pemahaman mengenai bisnis dan operasional perbankan sehingga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif, memperkuat ketahanan sistem, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung akselerasi transformasi Bank Jakarta secara berkelanjutan," jelas Daniel.

Sekadar informasi,  saat ini Bank Jakarta terus memperkuat kapabilitas organisasinya melalui investasi pada sumber daya manusia, salah satunya melalui Officer Development Program (ODP) Information Technology Batch I Tahun 2026 dengan menggandeng Binus University.

Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank Jakarta dalam membangun kapabilitas organisasi yang mampu mendukung transformasi perusahaan secara berkelanjutan. 

Direktur Utama Creates by Binus Firdaus Alamsjah, mengatakan bahwa Transformasi digital tidak hanya membutuhkan penguasaan teknologi, tetapi juga talenta yang agile, adaptif, inovatif, dan memiliki soft skills yang kuat. 

"Rasa ingin tahu, keberanian untuk belajar, dan kemampuan berkolaborasi merupakan bagian penting dari kesiapan talenta masa depan,” kata Firdaus.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement