Dari sisi industri pembiayaan, Direktur PT Toyota Astra Financial Services (TAF) Ezar Kumendong mengatakan, literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembiayaan yang sehat. Menurutnya, pemahaman nasabah terhadap produk yang digunakan dan kondisi finansialnya dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih baik.
“Bagi TAF, literasi keuangan adalah fondasi dari pembiayaan yang sehat. Nasabah yang memahami produk dan kondisi finansialnya secara utuh akan mengambil keputusan yang lebih baik. Dan pada akhirnya, itu menciptakan kualitas portofolio yang lebih berkelanjutan bagi industri,” ujar Ezar.
Pentingnya literasi keuangan juga semakin relevan seiring dengan pertumbuhan industri pembiayaan. Berdasarkan data OJK, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,88 persen secara year-on-year (yoy) pada Juni 2026 menjadi Rp511,26 triliun.
Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan mobil domestik sepanjang semester I 2026 mencapai 436.564 unit, meningkat sekitar 15,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan tersebut membuat kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial menjadi semakin penting. Dengan memahami kemampuan keuangan, menentukan prioritas, serta memastikan legalitas dan kewajaran produk yang digunakan, masyarakat dapat mengurangi risiko masalah keuangan dan mengelola keuangan secara lebih sehat.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.