Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tambang Ilegal Ditertibkan, TINS Bakal Panen Produksi Timah?

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |08:50 WIB
Tambang Ilegal Ditertibkan, TINS Bakal Panen Produksi Timah?
Tambang Ilegal Ditertibkan, TINS Bakal Panen Produksi Timah? (Foto: TINS)
A
A
A

Penertiban tambang ilegal menjadi salah satu katalis positif bagi TINS. Ketika aktivitas ilegal ditekan, pasokan bijih yang sebelumnya berada di jalur informal berpeluang kembali masuk ke rantai pasok resmi. 

Kondisi ini dapat membuka ruang bagi TINS untuk meningkatkan perolehan bijih, produksi dan volume penjualan. Ini adalah dampak positif dari komitmen pemerintah melalui instruksi Presiden Prabowo untuk mengamankan cadangan strategis nasional.

Momentum pemulihan produksi TINS sudah terlihat pada semester I 2026. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, naik sekitar 75% dari 6.997 ton Sn pada semester I 2025. Produksi logam timah meningkat menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak sekitar 85% dari 5.933 metrik ton.

Kenaikan volume tersebut turut mendorong kinerja keuangan. Pendapatan TINS mencapai Rp10,42 triliun pada semester I 2026, naik 147% dari Rp4,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih melonjak sekitar 805% menjadi Rp2,71 triliun dari Rp300 miliar.

Realisasi laba tersebut telah mencapai sekitar 169% dari target laba bersih TINS sepanjang 2026 sebesar Rp1,61 triliun. Kinerja perseroan juga ditopang harga timah yang tinggi. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) pada semester I 2026 mencapai USD50.319 per metrik ton, naik 56,7% dari USD32.116 per metrik ton pada semester I 2025.

Perbaikan fundamental tersebut tercermin pada kapitalisasi pasar TINS. Pada Agustus 2025, kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp7,6 triliun. Sementara pada Agustus 2026, kapitalisasi pasar TINS telah mencapai sekitar Rp28,75 triliun.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement