Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sampah Jakarta Diolah Jadi Biogas, 500 Kg Limbah Bisa Diproses Tiap Hari

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 11 Agustus 2026 |15:13 WIB
Sampah Jakarta Diolah Jadi Biogas, 500 Kg Limbah Bisa Diproses Tiap Hari
Sampah Jakarta Diolah Jadi Biogas, 500 Kg Limbah Bisa Diproses Tiap Hari (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Bagi Jakarta, sampah bukan sekadar persoalan kebersihan. Ketika limbah organik tidak tertangani sejak dari sumbernya, sampah dapat berujung menjadi beban lingkungan. Namun, teknologi kini membuka jalan lain, sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan, tetapi bisa diolah menjadi energi.

Salah satu teknologi yang mulai dikembangkan adalah biodigester komunal. Teknologi ini memungkinkan sampah organik diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, sekaligus menghasilkan residu yang bisa digunakan sebagai pupuk organik.

Langkah tersebut mulai diterapkan di Jakarta Utara. Dua unit biodigester akan dibangun di Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama di Rusunawa Rorotan, Senin (10/8).

Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah organik dari sumber.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemindahan sampah, tetapi juga pengolahan dan pemanfaatan kembali.

“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Secara teknis, setiap biodigester dirancang mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit, kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram (kg) sampah organik setiap hari.

Dari proses tersebut, kedua biodigester diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Selain menghasilkan energi, proses pengolahan juga menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Teknologi tersebut juga memberikan manfaat dari sisi lingkungan. Berdasarkan kajian teknis, pengoperasian dua unit biodigester diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau sekitar 154,4 ton CO2e dalam setahun.

Artinya, sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan dapat dialihkan menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement