Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daun Kelor hingga Ekowisata Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 17 Agustus 2026 |09:07 WIB
Daun Kelor hingga Ekowisata Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Pendampingan UMKM ini dilakukan PT Paiton Energy (PE) bersama anak usahanya, PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI). (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil)
A
A
A

Dengan pencatatan keuangan secara rutin, pengelola BUMDes dapat mengetahui perkembangan usaha secara bulanan sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

Selain pengelolaan keuangan, POMI juga mendorong peningkatan kemampuan produksi, kualitas produk, pemasaran, hingga pemanfaatan pemasaran digital. Penguatan manajemen BUMDes juga diharapkan membuka peluang sinergi dengan BUMDes lainnya.

“Kita siap bahu membahu dengan masyarakat agar berkembang,” kata Sugiyanto.
Mengembangkan Identitas Pondok Kelor

Sementara itu, Head of Human Capital, Facility and Community (HCFC) POMI Rochman Hidayar mengatakan, pengembangan UMKM Pondok Kelor pada awalnya dimulai dari produk minuman kunyit asam.

Dari produk tersebut, POMI bersama masyarakat kemudian berdiskusi untuk menghidupkan kembali identitas Desa Pondok Kelor melalui pengembangan tanaman kelor.

“Kita mulai dari produk kunyit asam, kemudian kita diskusi bagaimana mengembalikan nama Pondok Kelor. Kemudian kita mulai menanam,” ujarnya.

Tanaman kelor yang awalnya ditanam di sepanjang jalan desa kini telah tumbuh dan diperluas ke lingkungan rumah warga, termasuk pengembangan di rumah kaca (green house) milik desa.

Selain tanaman dan produk kelor, POMI memberikan stimulus melalui pembangunan galeri UMKM serta pelatihan pengelolaan keuangan. Pendampingan tersebut ditujukan agar model bisnis yang telah terbentuk dapat terus bertahan dan berkembang.

“Harapannya nanti bisnis model yang ada tetap sustain dan bisa terus berkembang dengan pengelolaan keuangan yang baik,” katanya.

Pengembangan kelor juga dinilai memiliki peluang untuk melahirkan produk turunan baru. Salah satunya adalah produk batik dengan mengangkat tema kelor sebagai identitas khas Desa Pondok Kelor.

Peluang pasar produk UMKM dampingan POMI juga semakin terbuka. Produk kelor Pondok Kelor bahkan telah diperkenalkan dalam pameran kelistrikan di Surabaya.

“Kita tampilkan produk dampingan kita termasuk produk kelor. Di sana juga ada masukan bagus, produk ini tidak hanya skala nasional tapi juga bisa ekspor juga,” ujarnya.

Kini UMKM Glamor Desa Pondok Kelor mengembangkan berbagai produk makanan dan minuman berbasis daun kelor (superfood) bernutrisi tinggi serta produk non-kelor untuk memperkuat identitas desa dan meningkatkan nilai ekonomi tanaman warga.

Memiliki sekitar 25 produk olahan kelor (seperti mi kelor, bakso kelor, es krim kelor, peyek kelor, stik kelor, hingga nastar moringa) dan 20 produk non-kelor.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement