JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Berdasarkan data perdagangan, IHSG berada di level 6.525 naik 24,10 poin atau 0,37 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 6.501.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.507,43 hingga 6.551,96. Indeks sempat mengalami tekanan pada awal perdagangan sebelum berbalik menguat dan mencapai level tertingginya pada sesi perdagangan siang. Menjelang penutupan, IHSG kembali bergerak turun dari level puncak, tetapi masih mampu bertahan di zona hijau.
Aktivitas perdagangan saham tercatat cukup tinggi. Volume transaksi mencapai 51,72 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16,87 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 2,225 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.448 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 332 saham ditutup menguat, 314 saham melemah, dan 317 saham stagnan. Komposisi tersebut menggambarkan pergerakan pasar yang relatif berimbang meski IHSG berhasil berakhir positif.
Di jajaran saham dengan kenaikan terbesar, Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) menjadi top gainer dengan lonjakan 34,68 persen ke level 167. Posisi berikutnya ditempati Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) yang naik 23,81 persen menjadi 182.
Saham Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) menyusul dengan penguatan 17,07 persen ke level 96. Kemudian Oxala Energy International Tbk (PIPA) naik 16,99 persen menjadi 179, sedangkan Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) menguat 15,83 persen ke level 2.780.
Sebaliknya, Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF (XBID) menjadi saham atau instrumen dengan penurunan terbesar, yakni 15 persen ke level 544. Habco Trans Maritima Tbk (HATM) turun 12,31 persen menjadi 570.
Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) melemah 9,88 persen ke level 73, diikuti Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) yang turun 9,68 persen menjadi 2.240. Sementara Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) terkoreksi 9,52 persen ke level 266.
Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin sektor barang baku yang naik 0,62 persen. Sektor infrastruktur juga menguat 0,47 persen, diikuti sektor keuangan 0,32 persen, primer 0,23 persen, perindustrian 0,15 persen, dan energi 0,14 persen.
Di sisi lain, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,88 persen, disusul teknologi yang turun 0,46 persen dan transportasi 0,48 persen. Sektor properti terkoreksi 0,18 persen, sementara non-primer turun 0,09 persen.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.