Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLTS 100 GWp Dikebut, PLN IP Kembangkan Portofolio Energi Surya

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 28 Agustus 2026 |11:05 WIB
PLTS 100 GWp Dikebut, PLN IP Kembangkan Portofolio Energi Surya
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan dan melakukan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp. (Foto: Okezone.com/PLN IP)
A
A
A

Bagi PLN Indonesia Power, pengembangan proyek-proyek energi surya menjadi bagian dari transformasi portofolio pembangkitan perusahaan. Selain menambah kapasitas energi terbarukan, pengembangan PLTS juga membutuhkan kesiapan teknologi, kemampuan operasional, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat terintegrasi dengan sistem ketenagalistrikan.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan perusahaan siap mengambil bagian dalam pengembangan energi surya melalui portofolio proyek yang telah dan sedang dikembangkan.

“PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Bernadus, Jumat (28/8/2026). 

Ia menambahkan, pengembangan proyek energi surya perlu mempertimbangkan potensi sumber daya, kebutuhan sistem kelistrikan, serta karakteristik wilayah agar pembangkit yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi sistem secara optimal.

Program PLTS 100 GWp menjadi salah satu agenda pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Di sisi lain, pengembangan proyek-proyek PLTS oleh PLN Indonesia Power menambah portofolio pembangkit energi terbarukan perusahaan sekaligus mendukung diversifikasi sumber energi dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement