Indonesia juga mempunyai berkah alam, yang potensial menjadi penghasil devisa. Ekspor batu bara, minyak kelapa sawit, dan nikel mendatangkan devisa dalam jumlah besar ke Indonesia.
Tetapi ekspor komoditas mentah atau setengah jadi seperti ini hanya bergantung kepada kenaikan harga. Ekspor komoditas ini berjalan sangat baik ketika harga global sedang tinggi.
Namun, Indonesia sendiri masih belum menjadi harga global untuk komoditas-komoditas tersebut. Harga akan selalu berfluktuasi dan ketika harga komoditas turun, ekonomi Indonesia tertekan karena memperoleh cadangan devisa sedikit.
Pada saat yang sama Indonesia tetap membutuhkan devisa untuk impor barang modal dan bahan baku untuk kebutuhan domestik. Kondisi ini melemahkan nilai tukar dan menjadi faktor yang dapat memastikan BI tidak akan dapat memperbaiki nilai tukar.
Investasi asing yang seharusnya menjadi faktor yang memperkuat nilai tukar tidak selamanya nyaman berada di Indonesia.
Banyak faktor yang menjadi penghambatnya. Masalah korupsi, masalah kepastian hukum dan biaya transaksi yang mahal menjadi kendala selama ini. Indonesia sangat membutuhkan modal asing karena investasi tersebut mendatangkan dana segar devisa bagi Indonesia.
Tetapi investor memiliki banyak pilihan pasar berkembang lainnya. Persepsi risiko berinvestasi di Indonesia tidak dijaga dengan baik sehingga investasi berpikir dua tiga kali untuk masuk ke Indonesia.
Jika negara lain menawarkan lingkungan bisnis yang lebih baik dan hukum yang lebih dipercaya, maka dana investasi bisa kabur dan pindah ke negara tersebut.
Jadi berdasarkan analisis menyeluruh terhadap kondisi sektor moneter, sektor riil, sektor domestik dan sektor luar negeri di atas, maka BI lima tahun diperkirakan menghadapi kesulitan dan idak akan bisa memperbaiki nilai tukar rupiah yang lebih stabil dan lebih kuat.
Perubahan kepemimpinan BI hanyalah peristiwa dan siklus biasa, meskipun pergantiannya bercampur politik dan kontroversial.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.