Peringkat itu juga menjadi bagian dari fondasi perusahaan untuk mengakses pendanaan guna mendukung agenda pertumbuhan ke depan. Kebutuhan pendanaan tersebut berkaitan dengan sejumlah proyek yang dikembangkan Inalum dalam memperkuat rantai nilai aluminium nasional.
Dalam periode 2026-2029, kebutuhan pendanaan diproyeksikan meningkat sejalan dengan pengembangan proyek-proyek strategis nasional yaitu SGAR II dan Smelter II.
Namun demikian, Inalum akan mengelola kebutuhan pendanaan tersebut melalui strategi pendanaan yang terukur dan terdiversifikasi dengan tetap menjaga struktur permodalan, likuiditas, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang sehat.
“Kami ingin memastikan setiap langkah ekspansi perusahaan tidak hanya meningkatkan daya saing Inalum, tetapi menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya kemandirian industri aluminium nasional,” kata Melati.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.