Setelah pesawat berhasil mendarat, landas pacu Bandara Sultan Hasanuddin ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional sekaligus memberikan ruang bagi proses penanganan pesawat.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan melalui koordinasi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama tim teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia, ditemukan adanya pecah ban pada main wheel nomor 3.
Pesawat selanjutnya ditarik atau towing dari runway menuju parking stand. Pesawat akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses perbaikan, termasuk penggantian main wheel.
Dalam insiden tersebut, sebanyak 141 penumpang dan 8 awak pesawat telah ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemenhub juga memastikan pemeriksaan dan pembersihan landas pacu telah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta maupun Bandara Sultan Hasanuddin. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan penanganan insiden dilakukan melalui koordinasi antara awak pesawat, pengelola bandara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, serta tim teknis.
Kemenhub mengapresiasi respons cepat dan koordinasi seluruh pihak sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat dan penanganan pascakejadian dapat dilakukan sesuai prosedur.
Kemenhub menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat GA604 juga akan terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.