Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Zulhas Ungkap Penyebab Keracunan MBG: Dapur Bagus, Kelalaian SPPG dalam Distribusi

Anggie Ariesta , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2026 |13:34 WIB
Zulhas Ungkap Penyebab Keracunan MBG: Dapur Bagus, Kelalaian SPPG dalam Distribusi
Zulhas Ungkap Penyebab Keracunan MBG: Dapur Bagus, Kelalaian SPPG dalam Distribusi (Foto: Okezone)
A
A
A

LAMPUNG - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa kasus keracunan makanan 748 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh kelalaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada proses distribusi.

Kelalaian tersebut meliputi keterlambatan pengiriman makanan hingga penempatan hidangan yang sembarangan di lapangan.

"Karena gini, dapur bagus, semua bagus, tapi budaya, budaya ya. Misalnya masak, harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11 (siang) itu menimbul keracunan, kalau masak jam 6, makannya jam 11," ujar Zulhas saat ditemui usai LPS Lampung Financial Festival, Sabtu (5/9/2026).

Zulhas menjelaskan bahwa jarak waktu antara proses memasak, pengiriman, hingga makanan dikonsumsi memiliki batas ketat. 

Keterlambatan distribusi berisiko tinggi mengubah kualitas makanan hingga memicu keracunan. Selain faktor waktu, kecerobohan lokasi penempatan makanan juga menjadi catatan evaluasi.

"Ada juga misalnya distribusi naronya sembarangan. Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini kan menyangkut 60 juta orang, ini yang kita lagi tertibkan," ungkapnya.

Pemerintah telah memeriksa kebersihan dan kelayakan operasional fasilitas dapur MBG yang dipastikan sudah berada dalam kondisi baik. Kunci permasalahan murni terletak pada kebiasaan serta kedisiplinan sumber daya manusia saat mendistribusikan makanan.

"Udah dicek, dapurnya bagus. Tapi tadi udah selesai masak, harus dikirim, nggak dikirim," kata Zulhas.

Melihat besarnya dampak keselamatan bagi para siswa, Zulhas menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi pihak-pihak yang abai terhadap prosedur keselamatan pangan.

"Itu kan murni kesalahan manusia, bisa juga kelalai atau sengaja. Saya minta ditindak tegas, nggak boleh ada toleransi," kata Zulhas.

"Saya udah minta tidak boleh ada toleransi, yang lalai, ganti SPPG-nya, siapa aja yang terlibat, ganti," tegasnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement