Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.696 per Dolar AS

Rohman Wibowo , Jurnalis-Rabu, 16 September 2026 |15:54 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.696 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis proyeksi ekonomi The Fed terkini serta pernyataan resmi Kevin Warsh guna membaca arah kebijakan moneter ke depan. Sentimen eksternal yang kian mahal akibat fenomena global duration tersebut kian mempersempit ruang gerak rupiah, terlebih di tengah permintaan domestik yang belum sepenuhnya solid.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti beban berat yang dipikul nakhoda baru Kementerian Keuangan dalam menavigasi postur anggaran belanja negara. Otoritas fiskal dituntut cermat meracik stimulus agar instrumen APBN tetap mampu menopang daya beli tanpa mengorbankan disiplin anggaran.

"Tantangan Menkeu baru Suahasil Nazara adalah menjaga kapasitas fiskal untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mempertahankan komitmen defisit di bawah 3 persen PDB, sebab kredibilitas fiskal sangat krusial sebagai bantalan saat terjadi guncangan ekonomi," tutur Ibrahim.

Ibrahim menilai tugas Menteri Keuangan ke depan bukan sekadar menentukan pendulum kebijakan fiskal yang ekspansif atau konservatif, melainkan merumuskan aturan main, urutan kebijakan, serta koordinasi lintas lembaga agar anggaran belanja tetap menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional.

Beban rupiah kian bertambah seiring peningkatan posisi pinjaman luar negeri yang didorong oleh kebutuhan pembiayaan sektor publik. Walaupun struktur utang tersebut didominasi oleh profil jatuh tempo jangka panjang, laju pertumbuhannya tetap menjadi variabel krusial yang dicermati pemodal.

"Posisi utang luar negeri Indonesia per Juli 2026 tercatat mencapai US453,4 miliar atau setara Rp8.211,8 triliun dengan pertumbuhan 4,9 persen YoY akibat kenaikan utang publik menjadi US218,4 miliar, kendati Bank Indonesia menilai posisinya relatif aman dan terkendali karena didominasi utang jangka panjang," kata Ibrahim.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement