JAKARTA - Pendopo sederhana di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi ruang bagi pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk berkegiatan. Di tempat itu, mereka tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi belajar membuat kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat PT Pertamina Gas (Pertagas) yang dikembangkan melalui program Kidung Tanggulangin. Program ini mendorong pasien kesehatan jiwa untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam kegiatan produktif sesuai kondisi masing-masing.
Ketua Kader Kesehatan Jiwa (Keswa) Kecamatan Tanggulangin, Abu Amar, mengatakan pendampingan terhadap pasien kesehatan jiwa telah dilakukan masyarakat bersama fasilitas kesehatan sejak 2018-2019. Namun, penguatan kegiatan kader dan pendampingan mulai berjalan lebih efektif sejak 2022.
Saat ini, terdapat sekitar 246 pasien kesehatan jiwa yang telah tercatat di Kecamatan Tanggulangin. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena tidak seluruh pasien atau keluarga bersedia melaporkan kondisi mereka.

Menurut Abu, pendampingan tidak bisa dilakukan dengan memaksakan pasien mengikuti kegiatan. Kondisi kesehatan setiap pasien berbeda sehingga aktivitas diberikan ketika kondisi mereka stabil.
“Kalau stabil, baru kita ajak. Kita tidak memaksa mereka karena bisa membuat kondisinya kambuh,” ujar Abu, Kamis (17/9/2026).
Pendekatan tersebut menjadi penting karena pengobatan pasien kesehatan jiwa tidak berhenti pada pemberian obat. Pendampingan keluarga dan lingkungan juga dibutuhkan agar pasien dapat menjalani aktivitas secara rutin.
Di Pendopo Sehati, sebagian pasien kemudian diarahkan mengikuti aktivitas yang disesuaikan dengan kemampuan mereka. Ada yang membuat kemoceng, keset, mengolah sampah menjadi ecobrick, membuat kompos, hingga terlibat dalam kegiatan produksi minuman.