Capaian ini sejalan dengan kinerja bisnis IIF yang solid sepanjang tahun 2026. Hingga Agustus 2026, IIF telah membukukan 9 transaksi pembiayaan baru dengan total nilai Rp3,2 triliun di sektor-sektor strategis, meliputi kesehatan, kepelabuhanan dan logistik, energi terbarukan, telekomunikasi dan pusat data, serta pengelolaan limbah dan air.
Pada semester I-2026, IIF juga memperoleh 8 mandat advisory baru, termasuk keterlibatannya dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)/Waste-to-Energy (WTE).
Dari sisi pendanaan, IIF semakin memperkuat struktur pendanaannya melalui fasilitas pinjaman sebesar USD30 juta, fasilitas term loan & treasury line sebesar Rp500 miliar, serta penerbitan penawaran umum berkelanjutan obligasi perpetual tahap I sebesar Rp220 miliar.
"Dengan dukungan dari para pemegang saham, regulator, lembaga keuangan, investor, dan mitra strategis, kami akan terus memperkuat peran IIF sebagai mitra pembangunan yang menjembatani kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan sumber pendanaan dan keahlian global,” kata Rizki.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.