Bahlil mengungkapkan terdapat kendaraan, termasuk mobil dan truk, yang memiliki tangki berkapasitas ratusan liter. Bahkan, kapasitas tangki yang dimodifikasi disebut dapat mencapai 700 liter hingga 1 ton.
"Ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk bikin tangki gede besar sampai 700 liter, 1 ton, isi minyak di situ," ujar Bahlil.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman mengatakan pemerintah bersama aparat penegak hukum dan Pertamina tengah menelusuri dugaan praktik tersebut.
Menurut Laode, salah satu modus yang ditemukan adalah memperbesar kapasitas tangki kendaraan agar dapat menampung BBM lebih banyak daripada kapasitas standar.
Bahlil menegaskan antrean panjang di Makassar bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM secara nasional.
Ia menyebut cadangan BBM nasional masih berada dalam batas minimal yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar 18–20 hari.