Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak RKAB, Penjualan Alat Berat United Tractors Turun 21 Persen

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 23 September 2026 |15:24 WIB
Dampak RKAB, Penjualan Alat Berat United Tractors Turun 21 Persen
Dampak penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menekan kinerja operasional PT United Tractors Tbk (UNTR) hingga Agustus 2026. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Dampak penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menekan kinerja operasional PT United Tractors Tbk (UNTR) hingga Agustus 2026. Tekanan tersebut tercermin dari penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 21 persen secara tahunan menjadi 2.689 unit.

"Dari penjualan alat berat Komatsu, selama delapan bulan pada tahun ini memang turun 21 persen menjadi 2.689 unit. Penurunan terutama terjadi pada segmen big machine sebesar 49 persen menjadi 436 unit," ujar Direktur Keuangan United Tractors Vilihati Surya dalam acara Astra Media Day di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Vilihati, penurunan penjualan alat berat tidak terlepas dari dampak RKAB. Kondisi tersebut membuat konsumen, khususnya dari sektor pertambangan batu bara, menahan pembelian alat berat baru.

"Dampak RKAB secara tidak langsung membuat konsumen di sektor pertambangan batu bara menahan pembelian alat berat. Anak usaha kami, PT Pamapersada Nusantara (Pama), juga menahan pembelian mesin sebagai upaya efisiensi guna menjaga kapasitas neraca keuangan," terangnya.

Vilihati menjelaskan, penurunan penjualan big machine berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan karena nilai per unitnya mencapai 10 hingga 15 kali lipat dibandingkan small machine.

Tekanan akibat RKAB juga memengaruhi kinerja bisnis pertambangan United Tractors. Produksi batu bara Pama Group hingga Agustus 2026 turun 3 persen menjadi 93 juta ton, sedangkan volume overburden removal merosot 8 persen menjadi 670 juta bank cubic meter (bcm).

"Untuk Pama Group, volume overburden removal dalam delapan bulan ini turun 8 persen menjadi 670 juta bcm. Meski begitu, pencapaian ini lebih baik ketimbang semester I 2026. Sementara itu, produksi batu bara turun 3 persen ke angka 93 juta ton," kata Vilihati.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement