JAKARTA - Pemerintah menyatakan, program rekening gratis bagi belum akan dimulai tahun ini. Ditargetkan, rekening gratis dengan saldo Rp50.000 untuk warga berusia 17 tahun ini dimulai tahun 2027.
Sepanjang tahun 2026 ini akan digunakan pemerintah untuk menyusun skema program, termasuk memastikan rekening yang dibuka dapat tetap aktif dan tidak menjadi rekening dormant.
“Tahun ini masih kita bahas. Insya Allah (awal 2027 berjalan programnya)," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Airlangga di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta rekening gratis Rp50.000 untuk warga berusia 17 tahun, Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Airlangga menjelaskan, target penerima program rekening gratis adalah warga yang berumur 17 tahun ke atas. Anggaran yang disiapkan Pemerintah untuk menjalankan program ini mencapai Rp3,8 triliun. Targetnya setiap rekening akan diisikan saldo Rp50.000.
"Rekening gratis, kami sudah laporkan Presiden, bahwa rekening gratis ini dari hasil rekap itu ada sekitar yang di atas usia 17 tahun, belum punya rekening ada jumlah tertentu," ujarnya.
Airlangga menambahkan, target penerima program rekening gratis ditaksir mencapai 76 juta masyarakat dengan rentang usia di atas 17 tahun. Angka tersebut didapatkan jika anggaran Rp3,8 triliun dibagi masing-masing Rp50.000 per rekening.
"(Jumlah penerima) iya tinggal dibagi saja, Rp3,8 trilun dibagi Rp50.000," katanya.
Airlangga menambahkan, saat ini pemerintah menyusun skema program, termasuk memastikan rekening yang dibuka dapat tetap aktif dan tidak menjadi rekening dorman. Dirinya juga akan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
“Ini kita mau melihat dengan Menteri Keuangan, program lanjutan seperti apa. Karena kita tahu bahwa ada bansos itu kan diberikan kepada mereka yang sudah menikah. Jadi kalau yang usia 17 (tahun) sampai yang belum menikah kan, kita sedang melihat program apa yang bisa diberikan kepada mereka supaya rekeningnya tidak dormant,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut Airlangga mengatakan, Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah program insentif bagi masyarakat yang nantinya mendapatkan rekening gratis Rp50.000 secara massal.
Program tersebut disiapkan untuk menjaga agar rekening yang dibuatkan Pemerintah tetap aktif dan tidak berubah menjadi rekening dormant akibat tidak adanya aktivitas dalam jangka waktu tertentu.
"Jadi kalau usia 17 tahun sampai menikah kita sedang pikirkan program apa yang bisa diberikan kepada mereka supaya rekeningnya tidak dormant," kata Airlangga.
Saat ini pemerintah tengah mempersiapkan mekanisme penyediaan atau pembuatan rekening massal bagi seluruh masyarakat di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Hal ini menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank guna memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.
Pendekatan yang kini dipertimbangkan adalah sinkronisasi dengan data kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).
Untuk memperluas jangkauan kepemilikan rekening bank, dukcapil akan dipadu-padankan dengan sistem Bank Indonesia, terutama untuk sistem pembayaran dan gateway system-nya termasuk QRIS.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.