Kedua, laju inflasi Indonesia relatif terkendali di tengah El Nino berkat efisiensi rantai distribusi serta posisi Indonesia sebagai eksportir bersih pangan (net food exporter).
"Indonesia adalah eksportir bersih pangan. Artinya, Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor pangan. Memang ada beberapa komoditas yang diimpor, namun secara keseluruhan, Indonesia tetap merupakan eksportir bersih pangan. Hal ini juga sedikit banyak melindungi Indonesia dari dampak El Niño," jelasnya.
Kemudian, sektor korporasi domestik dinilai telah matang dalam mengelola risiko suku bunga. Selain itu, tata kelola utang serta defisit anggaran pemerintah yang prudent dan konservatif selama bertahun-tahun mampu menahan imbas negatif dari tingginya suku bunga global.
Atas dasar pertimbangan fundamental tersebut, HSBC meyakini perekonomian Indonesia berada di lintasan yang stabil dan berdaya saing tinggi.
"Itulah salah satu alasan mengapa kami berpendapat bahwa ketiga guncangan tersebut pada akhirnya akan dapat diserap oleh Indonesia, dan negara ini akan terus menunjukkan ketahanan yang cukup kuat," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.