Adapun uji coba konsep MBG prasmanan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta hingga Papua, termasuk Jayapura.
Sudaryono menilai penerapan sistem prasmanan membutuhkan pelatihan yang cukup karena melibatkan pihak sekolah dan siswa secara langsung. Dalam pelaksanaannya, siswa yang bertugas akan menggunakan celemek dan sarung tangan serta melayani teman-temannya maupun guru.
"Memang perlu ada training yang cukuplah, karena melibatkan sekolah kan, melibatkan siswanya kan. Siswanya harus, nanti siswa pakai celemek, kemudian pakai sarung tangan, dia piket 5-6 orang dia ngelayanin temennya, ngelayanin gurunya, gitu," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.