Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perizinan hingga Regulasi Tak Sinkron Ganggu Investasi, Wamenko Dradjad Siapkan Solusi

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2026 |12:02 WIB
Perizinan hingga Regulasi Tak Sinkron Ganggu Investasi, Wamenko Dradjad Siapkan Solusi
Pemerintah terus mengurai berbagai hambatan di sektor swasta guna memperkuat pilar pertumbuhan ekonomi nasional . (Foto: Okezone.com/Feby)
A
A
A

Dradjad menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional harus memberikan dampak secara inklusif, khususnya bagi masyarakat pada kelompok desil rendah dan menengah. Pemberdayaan masyarakat tidak hanya mengandalkan fasilitas pembiayaan murah, tetapi juga perlu diimbangi dengan pendampingan dan skema usaha kelompok.

“Salah satu tugas saya adalah mendorong ekonomi rakyat di desil rendah dan menengah. Jadi, masyarakat yang kurang beruntung kita dorong bukan hanya dengan kredit murah, tetapi juga dengan pemberdayaan dan usaha kelompok,” ujar Dradjad.

Salah satu program konkret yang diperluas adalah Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS). Program pembiayaan tersebut dirancang untuk menjangkau puluhan juta masyarakat prasejahtera agar memiliki akses terhadap modal produktif dan sumber penghasilan mandiri yang berkelanjutan.

Dalam menjalankan peran pendampingan terhadap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Dradjad mengemban mandat untuk mengawal agenda strategis guna mencapai target-target Asta Cita.

Selain itu, tugasnya mencakup penyelesaian dinamika politik serta koordinasi antara kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement