Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buruh Usul Upah Minimum 2027 Naik hingga 9,5 Persen

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |13:19 WIB
Buruh Usul Upah Minimum 2027 Naik hingga 9,5 Persen
UMP 2027 (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh mengusulkan kenaikan upah minimum 2027 sebesar 7,5 persen hingga 9,5 persen. Usulan tersebut didasarkan pada perhitungan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu.

Presiden KSPI sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, berdasarkan simulasi yang dipaparkannya, kenaikan upah minimum 2027 dapat mencapai sekitar 7,8 persen dengan menggunakan inflasi sebesar 3,20 persen per Oktober 2025 sampai Agustus 2026, pada periode yang sama pertumbuhan ekonomi 5,43 persen, dan indeks tertentu KSPI mengasumsikan sebesar 0,9.

"Dengan menggunakan rumus tersebut, kenaikan upah minimum dihitung dari inflasi sebesar 3,20 persen ditambah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,43 persen dikalikan indeks tertentu 0,9. Hasilnya sekitar 7,8 persen," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (13/10/2026).

Menurut dia, angka kenaikan upah minimum secara nasional diusulkan sebesar 7,5 persen dengan mempertimbangkan perbedaan kondisi ekonomi di setiap daerah. Pasalnya, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing provinsi serta kabupaten/kota tidak sama.

Sementara itu, untuk daerah dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi tinggi, kenaikan upah minimum berpotensi lebih besar. Said mencontohkan Maluku Utara yang, berdasarkan angka yang dipaparkannya, memiliki pertumbuhan ekonomi sekitar 20,5 persen dan inflasi sekitar 5,05 persen.

Dengan menggunakan formula yang sama, kenaikan upah minimum di Maluku Utara diperkirakan dapat mencapai sekitar 14 persen. Namun, KSPI mengusulkan angka kenaikan sebesar 9,5 persen dengan mempertimbangkan pola kenaikan upah minimum yang selama ini berlaku.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement