Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lifting Minyak Tembus Target, Ini Arah Kebijakan Bahlil di Sektor Energi

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |22:08 WIB
Lifting Minyak Tembus Target, Ini Arah Kebijakan Bahlil di Sektor Energi
Indikator yang perlu diperhitungkan dalam mengevaluasi kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto; Okezone.com/Binti)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat lifting minyak bumi sebesar 605,3 ribu barel per hari sepanjang 2025, setara 100,05 persen dari target APBN. Selain mendorong peningkatan produksi migas, ESDM juga melanjutkan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan percepatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Sejumlah capaian tersebut menjadi indikator yang perlu diperhitungkan dalam mengevaluasi kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Penilaian terhadap sektor energi perlu mempertimbangkan realisasi program dan target pemerintah, selain persepsi publik.

“Dalam menilai Menteri ESDM, kita juga harus melihat produksi energi, lifting migas, ketahanan pasokan, hilirisasi, investasi, penerimaan negara, hingga pengembangan energi baru terbarukan,” kata Menurut Direktur Polieco Digital Insights Institute, Anthony Leong, dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Capaian lifting minyak pada 2025 menjadi salah satu indikator yang disoroti. Kementerian ESDM menyebut realisasi tersebut sebagai peningkatan pertama setelah sembilan tahun. Meski demikian, peningkatan produksi masih menjadi tantangan untuk mengurangi penurunan produksi alamiah dari lapangan minyak yang telah beroperasi.

“Kalau ada indikator strategis yang untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade kembali mencapai target, tentu itu harus masuk ke dalam penilaian. Kita tidak boleh mengabaikan data hanya karena tidak sesuai dengan persepsi,” ujarnya. 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement