Ghoffar mengatakan, Ombudsman akan menyampaikan hasil investigasi setelah proses pemeriksaan selesai. Dia memperkirakan hasilnya dapat disampaikan sekitar Desember 2026.
“Ya, kira-kira mungkin di kisaran bulan Desember ya. Mungkin saya mohon waktu biarkan kami bekerja untuk melakukan investigasi itu,” katanya.
Sebelumnya, Ombudsman menerima informasi awal mengenai persoalan antrean dan kekosongan BBM dari sejumlah provinsi di Indonesia. Di Sumatera Barat, waktu tunggu pengisian BBM dilaporkan mencapai 2–3 jam. Sementara itu, di Papua Barat, antrean pada malam hari hingga pagi dilaporkan mengular lebih dari 1 kilometer.
Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di sejumlah lokasi di Sulawesi Utara juga dilaporkan mencapai 300–500 meter. Adapun antrean kendaraan untuk mendapatkan Solar di koridor Tol Merak–Tangerang, Banten, mencapai sekitar 1 kilometer di salah satu titik.
Selain antrean panjang, kekosongan stok Solar atau Pertalite di sejumlah SPBU dilaporkan terjadi di Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Yogyakarta.