"Tolong teman investor, perkuat analisis kalian, perkuat model kalian dan lebih independen. Harus bisa menghitung return saham sendiri, bisa tahu kekuatan sendiri, sehingga kita tidak gampang panik ketika ada pengumuman," tambahnya/
Dradjad mengatakan, koreksi pasar saham yang terjadi pada hari ini dikarenakan aksi reaktif yang dilakukan investor domestik dalam membaca pengumuman MSCI. Padahal kondisi fundamental perusahaan tercatat juga masih ada memiliki kinerja yang cukup bagus.
Ia memberikan contoh sektor consumer goods, ketika Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa daya beli masyarakat tidak mengalami pelemahan, maka praktis kondisi pendapatan emiten di consumer goods tercatat mengalami kurang lebih 6 persen.
"Kalau pendapatan naik, artinya kan konsumsi masih bagus. Jadi yang terjadi sekarang ini adalah karena investor domestik terlalu gampang panik karena belum pede menghitung sendiri," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.