Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI: Reformasi Pasar Saham Didukung MSCI, tapi Investor Global Butuh Bukti Kuat

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |20:17 WIB
BEI: Reformasi Pasar Saham Didukung MSCI, tapi Investor Global Butuh Bukti Kuat
BEI (Foto: Okezone)
A
A
A

“Semua itu kami lakukan sebagai perbaikan berkelanjutan dan telah kami komunikasikan kepada MSCI serta investor global,” kata Iding.

Adapun dari sisi likuiditas, BEI menghapus batas harga terendah saham Rp50 sehingga harga saham dapat mencapai Rp1 per saham. Bursa juga mulai menerapkan short selling secara terbatas dengan manajemen risiko yang terkontrol.

Iding menilai kedua kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat mekanisme perdagangan saham. Karena itu, konsultasi yang dibuka MSCI tidak serta-merta berarti reformasi yang telah dijalankan Indonesia tidak mendapat pengakuan.

“Penghapusan floor price dan penerapan short selling merupakan langkah yang baik dan mendapat dukungan,” ujarnya.

Meski demikian, pengumuman MSCI menjadi sorotan di tengah penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Iding mengakui pengumuman tersebut dapat dipandang sebagai salah satu pemicu tekanan pasar, meskipun pergerakan indeks secara keseluruhan dipengaruhi banyak faktor.

“Kalau bicara IHSG, banyak faktor yang memengaruhi. Namun, pengumuman itu bisa disebut sebagai pemicu penurunan pasar yang cukup tajam,” kata Iding.

BEI selanjutnya akan meminta klarifikasi kepada MSCI untuk memahami lebih terperinci perhatian investor global terhadap pasar saham Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bursa mengevaluasi reformasi yang telah dilakukan sekaligus memperkuat aspek yang dinilai masih membutuhkan pembuktian.

Adapun, dalam pengumuman resminya, MSCI menyebut sejumlah persoalan yang memengaruhi kelayakan investasi (investability) di pasar saham Indonesia. Perhatian tersebut antara lain berkaitan dengan keterbukaan struktur kepemilikan saham, dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi, serta belum terlihatnya bukti yang dinilai memadai mengenai dampak berkelanjutan dari reformasi yang telah diumumkan.

MSCI juga menyatakan akan mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan terkait indeks untuk saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kebijakan tersebut mencakup tidak diterapkannya kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham, penambahan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), serta perpindahan ke segmen indeks dengan ukuran kapitalisasi lebih tinggi.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement